Kesempatan mengenal lebih dekat mengenai sistem pemerintahan langsung di pusat pemerintahan serta melihat langsung tempat-tempat yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting kenegaraan dan pemerintahan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti dan menginspirasi para peserta "Istana untuk Sekolah".
Salah satunya adalah Sami El Siraj, siswa SMA Taruna Nusantara asal Aceh, yang mengaku terinspirasi untuk memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa setelah melihat jejak perjalanan pemerintahan.
"Saya merasa sangat bangga telah diberikan kesempatan untuk berkeliling Istana, dan hal ini membuat kami para siswa SMA Taruna Nusantara mendapatkan inspirasi lebih, di mana berbagai kinerja pemerintahan yang bekerja untuk masyarakat," ujar Sami.
Hal senada juga diungkapkan oleh Danela Maria Goriti Turot, siswa Taruna Nusantara asal Sorong, Papua Barat Daya. Danela mengatakan, pengalaman berkunjung ke Istana Kepresidenan serta pengarahan yang diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi motivasi dan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang tangguh, berdedikasi, dan berintegritas tinggi.
"Setelah saya berkunjung di sini, saya berasa gedung ini menumbuhkan semangat jiwa saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ke depannya saya berusaha untuk menggapai cita-cita saya setingginya biar kemudiannya saya dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat bangsa negara Indonesia," ujar Danela.
Sementara itu, M. Laksamana Lukmanul Hakim, siswa SMA Taruna Nusantara, mengaku terkesima melihat ruangan-ruangan penting yang ada di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Saya sangat senang, saya amazed melihat tempat-tempat penting di mana pemerintah bekerja di sana. Saya senang sekali," ujar pelajar asal Kepulauan Riau ini.
Cheryl, siswa SMA Taruna Nusantara lainnya, juga mengungkapkan kekagumannya atas ornamen-ornamen yang di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta yang dinilainya menunjukkan kekayaan budaya Nusantara.
"Saya sangat terkagum dengan isi dari Istana Merdeka, karena walaupun sudah diisi dengan teknologi yang sangat canggih, tetapi tidak meninggalkan kesan dan ciri khas dari Nusantara itu sendiri. Tadi ada beberapa ornamen-ornamen Nusantara seperti patung wayang yang tadi saya lihat, dan itu unik dan menarik di mata saya, eyecatching," ujar siswa kelahiran tanah Papua tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak untuk Pak Presiden atas kesempatan yang sangat luar biasa bagi kami, dan sangat membanggakan ini, dan kami juga berterima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat," imbuh Cheryl.
Tak hanya siswa SMA Taruna Nusantara, siswa SMPN 39 Jakarta juga merasakan pengalaman yang sangat berkesan saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satunya adalah Azhari, yang mengaku memiliki cita-cita untuk berkontribusi menguatkan peran Indonesia di kancah global.
“Dengan kemampuan bahasa yg saya miliki, saya bercita-cita menjadi diplomat,” ucap Azhari dengan lantang.
Rasa kagum juga diungkapkan Sayid Mardhatillah Akbar, yang mengungkapkan kesan mendalam akan keindahan dan kerapian interior Istana. Siswa SMPN 39 ini pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan berharap para pelajar dari sekolah lain dapat memiliki kesempatan yang sama dengannya.
“Pak Presiden terima kasih sudah mengajak kami ke sini, semoga nanti teman-teman kami di sekolah lain maupun di sekolah kami yang belum sempat ke sini bisa datang ke sini,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi Presiden ini.
Kesan mendalam akan Istana untuk Anak Sekolah juga dirasakan para pendidik yang turut mendampingi para siswa yang berkunjung ke Istana. Salah satunya Gabriel James Angkow, yang menyampaikan apresiasi atas program yang dinilainya sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Kegiatan Istana untuk Anak Sekolah bagi saya dan bagi kami SMA Taruna Nusantara tentunya merupakan kesempatan yang sangat luar biasa. Dan tentu bukan hanya bagi kami, tapi sekolah-sekolah yang lain juga di mana Istana Kepresidenan juga membuka diri untuk bisa diperkenalkan secara luas," ujar guru SMA Taruna Nusantara ini.
Gabriel menilai, program Istana untuk Sekolah menjadi pelengkap dari program lain yang dijalankan pemerintah di sektor pendidikan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.
"Saya juga melihatnya sebagai hal yang positif, di mana Bapak Presiden melalui kebijakan-kebijakannya lebih mengutamakan tentang hal-hal pendidikan, seperti merenovasi sekolah, memfasilitasi sekolah dengan (Humas Kemensetneg)