Didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, rombongan meninjau langsung sawah terdampak di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuak Alung.
Data mencatat, total lahan terdampak di Sumatera Barat mencapai 6.443 hektare, sementara di Padang Pariaman seluas 1.236,4 hektare dengan kategori kerusakan ringan hingga hilang.
Amran menegaskan penanganan ini merupakan instruksi langsung Presiden, dengan dukungan anggaran pusat sekitar Rp500 miliar untuk Sumatera Barat. Ia meminta pemerintah daerah mempercepat realisasi program dan memangkas birokrasi.
“Target kita satu bulan harus selesai. Perkuat kolaborasi, jangan ada hambatan administrasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, pemerintah pusat dapat menarik kembali anggaran jika daerah tidak serius dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Wagub Vasko Ruseimy mengakui kendala utama berada pada aspek teknis dan birokrasi, meski anggaran telah tersedia di daerah. Pemprov, kata dia, akan fokus mempercepat pemulihan ekonomi petani terdampak.
Di sisi lain, Padang Pariaman memperoleh alokasi Rp12,5 miliar melalui program optimasi lahan sawah terdampak bencana (Oplah Bencana). Program ini menyasar 18 kelompok tani di 9 nagari dan 7 kecamatan dengan luasan sekitar 446 hektare.
Bantuan difokuskan pada pemulihan sawah rusak ringan akibat sedimentasi banjir serta perbaikan jaringan irigasi tersier guna mengembalikan produktivitas lahan.
Langkah terpadu pusat dan daerah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan produksi pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Sumatera Barat. (Kominfo)